Rabu, 12 Desember 2012 17:13 (Sumatera Utara-Indonesia)
Konsulat Jenderal Jepang di
Medan, Kamis (06/12)
meresmikan ruang belajar
Madrasah Tsanawiyah (MTs)
Yayasan Pendidikan Citra Abdi Negoro di Desa Perkebunan Sei
Bejangkar, Kabupaten Batubara,
Sumatera Utara yang menjadi
salah satu bentuk bantuan
program Grant Assistance for
Grass-roots Human Security Project 2011-2012. Dana hibah sebesar USD 92,116
(sekitar Rp. 800 juta) yang
ditandatangani 26 Maret 2012
silam, digunakan untuk
membangun satu gedung dua
lantai dengan empat ruang kelas di masing-masing lantai. Menurut Hamada Yuji, Konsul
Jenderal Jepang di Medan,
bantuan dana hibah ini
merupakan kerjasama yang
pertama kali dengan Kabupaten
Batubara, dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas
pendidikan, baik yang sedang
belajar di yayasan maupun
anak-anak yang akan
mendaftar di tahun-tahun
berikutnya. “Sektor pendidikan mempunyai
peranan penting bagi
masyarakat. Saya percaya
kedepannya Kabupaten
Batubara dapat terus
berkembang dan menjadi kabupaten yang madani dengan
potensi yang dimilikinya saat
ini”, ujar Hamada. Ruang belajar MTs Yayasan
Pendidikan Citra Abdi Negoro
sudah mulai dioperasikan sehari
setelah peresmian, yakni Jumat
(07/12) silam. Sebelumnya, Konjen Jepang di
Medan juga telah membangun
satu gedung sekolah dengan 4
ruang belajar di Pekanbaru,
Riau, serta bantuan penyediaan
air bersih di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, yang
keduanya juga merupakan
rangkaian program Grant
Assistance for Grass-roots
Human Security Project
2011-2012. Selain itu, proyek terakhir
program Grant Assistance for
Grass-roots Human Security
Project 2011-2012 berupa
pembangunan ruang belajar di
Labuhan Ratu Selatan, Sumatera Utara, rencananya akan
rampung sekitar Januari atau
Februari tahun depan. (BOGOR – Indonesia) Ingin
berdayakan ekonomi
masyarakat, PT. Amerta Indah
Otsuka kombinasikan program
adopsi pohon dan Kampung
Konservasi Otsuka di Taman Nasional Gunung Halimun Salak. “Program adopsi pohon ini
merupakan upaya PT. Amerta
Indah Otsuka menyelamatkan
hutan Indonesia serta
mengedukasi masyarakat akan
pentingnya melestarikan lingkungan terutama di daerah-
daerah rawan bencana alam,”
ujar Prayugo Gunawan, Presiden
Direktur PT. Amerta Indah
Otsuka di acara penanaman
pohon (13/12). Agar program ini dapat berhasil
baik, Otsuka mengikutsertakan
masyarakat melalui Kampung
Konservasi Otsuka (KKO). Melalui
KKO masyarakat turut serta
menanam, merawat pohon serta berhak memanfaatkan hasil
tanaman tersebut. Pada tahap
awal berupa peningkatkan
kesadaran konservasi. Kemudian
didampingi Japan Educational
Environment Forum (JEEF) memetakan potensi dan peluang
konservasi serta pemberdayaan
ekonomi. Program jangka panjang 5
tahun ini menargetkan agar
masyarakat mampu melakukan
konservasi mandiri sekaligus
meningkatkan pendapatan
ekonomi. Pada gilirannya akan terbentuk paradigma dengan
memelihara hutan dapat lebih
menguntungkan secara jangka
panjang. Sebanyak 25.000 pohon ditanam
pada areal 40 hektar. Pohon
yang ditanam terdiri dari
Rasamala, Puspa dan Aren yang
merupakan pohon produktif.
Pada kesempatan tersebut turut hadir bupati Sukabumi,
Sukmawijaya.
Konsulat Jenderal Jepang di
Medan, Kamis (06/12)
meresmikan ruang belajar
Madrasah Tsanawiyah (MTs)
Yayasan Pendidikan Citra Abdi Negoro di Desa Perkebunan Sei
Bejangkar, Kabupaten Batubara,
Sumatera Utara yang menjadi
salah satu bentuk bantuan
program Grant Assistance for
Grass-roots Human Security Project 2011-2012. Dana hibah sebesar USD 92,116
(sekitar Rp. 800 juta) yang
ditandatangani 26 Maret 2012
silam, digunakan untuk
membangun satu gedung dua
lantai dengan empat ruang kelas di masing-masing lantai. Menurut Hamada Yuji, Konsul
Jenderal Jepang di Medan,
bantuan dana hibah ini
merupakan kerjasama yang
pertama kali dengan Kabupaten
Batubara, dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas
pendidikan, baik yang sedang
belajar di yayasan maupun
anak-anak yang akan
mendaftar di tahun-tahun
berikutnya. “Sektor pendidikan mempunyai
peranan penting bagi
masyarakat. Saya percaya
kedepannya Kabupaten
Batubara dapat terus
berkembang dan menjadi kabupaten yang madani dengan
potensi yang dimilikinya saat
ini”, ujar Hamada. Ruang belajar MTs Yayasan
Pendidikan Citra Abdi Negoro
sudah mulai dioperasikan sehari
setelah peresmian, yakni Jumat
(07/12) silam. Sebelumnya, Konjen Jepang di
Medan juga telah membangun
satu gedung sekolah dengan 4
ruang belajar di Pekanbaru,
Riau, serta bantuan penyediaan
air bersih di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, yang
keduanya juga merupakan
rangkaian program Grant
Assistance for Grass-roots
Human Security Project
2011-2012. Selain itu, proyek terakhir
program Grant Assistance for
Grass-roots Human Security
Project 2011-2012 berupa
pembangunan ruang belajar di
Labuhan Ratu Selatan, Sumatera Utara, rencananya akan
rampung sekitar Januari atau
Februari tahun depan. (BOGOR – Indonesia) Ingin
berdayakan ekonomi
masyarakat, PT. Amerta Indah
Otsuka kombinasikan program
adopsi pohon dan Kampung
Konservasi Otsuka di Taman Nasional Gunung Halimun Salak. “Program adopsi pohon ini
merupakan upaya PT. Amerta
Indah Otsuka menyelamatkan
hutan Indonesia serta
mengedukasi masyarakat akan
pentingnya melestarikan lingkungan terutama di daerah-
daerah rawan bencana alam,”
ujar Prayugo Gunawan, Presiden
Direktur PT. Amerta Indah
Otsuka di acara penanaman
pohon (13/12). Agar program ini dapat berhasil
baik, Otsuka mengikutsertakan
masyarakat melalui Kampung
Konservasi Otsuka (KKO). Melalui
KKO masyarakat turut serta
menanam, merawat pohon serta berhak memanfaatkan hasil
tanaman tersebut. Pada tahap
awal berupa peningkatkan
kesadaran konservasi. Kemudian
didampingi Japan Educational
Environment Forum (JEEF) memetakan potensi dan peluang
konservasi serta pemberdayaan
ekonomi. Program jangka panjang 5
tahun ini menargetkan agar
masyarakat mampu melakukan
konservasi mandiri sekaligus
meningkatkan pendapatan
ekonomi. Pada gilirannya akan terbentuk paradigma dengan
memelihara hutan dapat lebih
menguntungkan secara jangka
panjang. Sebanyak 25.000 pohon ditanam
pada areal 40 hektar. Pohon
yang ditanam terdiri dari
Rasamala, Puspa dan Aren yang
merupakan pohon produktif.
Pada kesempatan tersebut turut hadir bupati Sukabumi,
Sukmawijaya.

0 komentar:
Posting Komentar