Jepang
Beri Bantuan US$ 346.949 Medan- ORBIT : Pemerintah Jepang melalui
Konsul Jenderal Jepang di Medan telah menyerahkan bantuan dana sebesar
US $ 346.949 melalui program Grant Assistance for Grassroots Human
Scurity Projects untuk peningkatan sarana pendidikan dan lingkungan di
Sumut dan Riau. Bantuan ini diserahkan di rumah dinas Konjen Jepang di
Medan, Senin (26/3) Kerjasama dibidang pendidikan
dan lingkungan ini diberikan kepada yayasan pendidikan dan pesantren
antara lain : Yayasan Pendidikan Citra Abdi Negoro MTs di desa Sei
Bejangkar Kabupaten Batubara untuk penambahan ruang belajar sebesar US$
92.16 atau sekitar Rp.800 juta. Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI)
Riau untuk proyek pembangunan gedung belajar SMP di simpang
pemberhentian Marpoyan Pekanbaru berjumlah US$ 417 atau Rp.600 juta.
Yayasan Perguruan Parsaoran didesa Hutatinggi kampung Bonani dan kampung
Hutagurgur Taput untuk proyek fasilitas air bersih, berjumlah US$
86.246 atau Rp.700 juta. Terakhir bantuan diberikan Konjen Jepang kepada
Pesantren Dar Al- Ma’ arif didesa Basilam Baru Kabupaten Labuhanbatu
Selatan untuk proyek renovasi gedung belajar SMP berjumlah US$ 93.170
atau Rp.800 juta. Konjen Jepang di Medan Oci Hamada dalam sambutanya
mengatakan kerjasama pemerintah Jepang di Sumut melalui Konjen Jepang di
Medan telah dilaksanakan sejak tahun 1976 . Jenis bantuan yang
diberikan beragam dari pengadaan fasilitas air bersih, peralatan medis
hingga pembangunan gedung sekolah. Pemerintah Jepang menyadari bahwa
sektor pendidikan memilki peranan penting bagi peningkatan hidup suatu
masyarakat .Sekoah juga merupakan salah satu komponen penting untuk
meningkatkan kualitas pendidikan begitu juga halnya dengan sektor
lingkungan seperti pengadaan air bersih didesa Hutatinggi yang
berkelanjutan. “Ini merupakan refleksi dari kepedulian rakyat Jepang
terhadap Indonesia.” tegas Oci Hamada Selanjutnya Konjen Jepang
mengatakan, pada hari ini akan dilaksanakan penandatangan tiga proyek
kerjasama dibidang pendidikan dan bidang lingkungan untuk Provinsi Sumut
tepatnya di kabupaten Tapanuli Utara, kabupaten Labuhanbatu Selatan
,kabupaten Batubara dan Provinsi Riau. Penandatanganan kontrak dan MoU
ini dihadiri Kepala MTs Yayasan Pendidikan Citra Abdi Negoro M.Salimi,
Kepala SMP YLPI Riau Tukiman Khateni, Ketua Yayasan Perguruan Parsaoran
Marojahan Manalu serta Sekretaris Pesantren Dar Al-Ma’ arif Abdul Hakim
Siregar. Salah satu penerima bantuan hibah,Kepala MTs Yayasan Pendidikan
Citra Abdi M Salimi mengatakan dengan bantuan yang diberikan ini akan
membantu kemajuan dibidang pendidkan dan ini merupakan bantuan pertama
kali yang diberikan pemerintah Jepang di kabuapten Batubara dan semoga
negara jepang tetap maju. Acara diakhiri dengan penanda tanganan kontrak
kerja dan MoU yang dilakukan masing- masing peserta Yayasan Pendidikan
dan Pesantren penerima bantuan hibah dari pemeritnah Jepang .Penanda
tanganan ini disaksikan oleh staf Konjen Jepang di Meda
JANGAN MENIUP AIR YANG PANAS UNTUK DIMINUM...
Mengapa Nabi Muhammad SAW melarang meniup air panas??
Inilah jawabannya :
Nabi melarang sahabatnya meniup air panas yang akan diminum. Beliau tidak menerangkan tetapi melarang keras hal tersebut. Ternyata dalam penelitian sains air panas ( H2O ) yang bertemu dengan karbondioksida ( CO2 ) yang dihembuskan oleh mulut, maka akan menghasilkan persenyawaan H2CO3 ( asam karbonat ). Dan jika asam karbonat itu masuk dalam tubuh manusia, maka dapat menyebabkan penyakit jantung.
Subhanallah...ternyata itulah rahasianya...
Mengapa Nabi Muhammad SAW melarang meniup air panas??
Inilah jawabannya :
Nabi melarang sahabatnya meniup air panas yang akan diminum. Beliau tidak menerangkan tetapi melarang keras hal tersebut. Ternyata dalam penelitian sains air panas ( H2O ) yang bertemu dengan karbondioksida ( CO2 ) yang dihembuskan oleh mulut, maka akan menghasilkan persenyawaan H2CO3 ( asam karbonat ). Dan jika asam karbonat itu masuk dalam tubuh manusia, maka dapat menyebabkan penyakit jantung.
Subhanallah...ternyata itulah rahasianya...



































